Terkait Tudingan Suap Ketua KPU Minsel PANTAS Rencanakan Gugat Kubu AGK-FER

minahasa selatan

Christiany Eugenia Paruntu: Bupati Minahasa Selatan terpilih.

Manado, KOMENTAR [4 November 2010] Menanggapi materi gugatan AGK-FER terkait dugaan suap terhadap Ketua KPUD Minsel, Yurnie Sendow SIP MSi, kubu PANTAS menguatkan apa yang telah Sendow sampaikan bahwa dugaan suap itu tidak benar. “Dugaan suap itu tidak benar seperti yang sudah diklarifikasi ketua KPUD dalam pemberitaan sebelumnya,’’ tegas ketua tim pemenangan pasangan PANTAS, Robby Sangkoy MPd kepada Komentar, Rabu (03/11).

Bahkan tim PANTAS sendiri merencanakan untuk me-ngajukan gugatan terhadap pasangan AGK-FER karena mencemarkan nama baik pasangan Christiany Euginia Paruntu-Sonny Tandayu. “Kami juga akan persiapkan gugatan jika tuduhan dugaan tersebut tidak benar. Hal ini karena sudah mencemarkan nama baik PANTAS,” tambah Sangkoy.

Seperti diketahui, dalam si-ding perdana gugatan pemilu-kada Kabupaten Minsel Sela-sa (02/11) lalu, kubu Asiano Gammy Kawatu-Felly Estelita Runtuwene (AGK-FER) menu-ding Ketua KPU Minsel Yurnie Sendow diduga telah meneri-ma suap. Dugaan suap terse-but diungkapkan kuasa hu-kum AGK-FER, Hendrik R As-sa dalam pembacaan tuntut-an gugatan pelanggaran pe-milukada di persidangan MK.

Menurut Assa, Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendouw didu-ga telah menerima suap beru-pa mobil jenis Toyota Avanza senilai Rp 180 juta serta kepe-milikan tanah bernilai Rp 150 juta di Minsel. Selain itu, Assa juga membacakan dugaan money politics di sejumlah desa yang dilakukan kubu pasangan PANTAS, bernilai puluhan juta.

Usai persidangan, Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow membantah tudingan terse-but, bahkan berjanji akan memproses secara hukum. “Saya mobil pribadi nda pu-nya, bole dicek kong tanya pa tetangga semua. Ini merupa-kan pencemaran nama baik dan akan saya proses hukum pidana mau pun perdata,” sembur Sendow.

Tetty Paruntu juga memban-tah keras tudingan tersebut. “Saya tidak pernah memberi apa pun, apalagi sampai memberi mobil. Sungguh keterla-luan dan itu fitnahnya. Biar saya mendoakan saja mere-ka,” tukas Tetty yang saat itu didampingi pasangannya Sonny Franc Tandayu.

Sedangkan Ketua tim peme-nangan AGK-FER, Hanny Mongkaren membenarkan bahwa salah satu gugatan adalah dugaan suap kepada Ketua KPU Minsel. “Itu benar. Gugatan kami antara lain suap ketua KPUD, namun baru dugaan. Bahkan kami menerima laporan sekaligus tanda terima dari salah satu LSM yang sudah melaporkan dugaan suap ini ke pihak aparat hukum,” ujarnya.(mon/jim)

Dikutip dari: Harian Komentar, 4 November 2010.

Ketua KPU Minsel Dituding Terima Suap

Tetty Paruntu Bupati Minsel terpilih.

Jakarta, KOMENTAR [Rabu, 3 November 2010] Sidang perdana gugatan Pemilukada Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (02/11) kemarin. Menariknya, kubu pasangan Asiano Gammy Kawatu-Felly Estelita Runtuwene (AGK-FER) menuding Ketua KPU Minsel Yurnie Sendow diduga telah menerima suap. Dugaan suap tersebut diungkapkan kuasa hukum AGK-FER, Hendrik R Assa dalam pembacaan tuntutan gugatan pelanggaran pemilukada di persidangan MK, Selasa (2/10) kemarin.

Menurut Assa, Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow diduga telah menerima suap berupa mobil jenis Toyota Avanza senilai Rp 180 juta, serta kepemilikan tanah bernilai Rp 150 juta di Minsel. Selain itu, Assa juga membacakan dugaan money politics di sejumlah desa yang dilakukan kubu pasangan Tetty Paruntu–Sonny Tandayu (PANTAS) bernilai puluhan juta.

Majelis hakim panel yang diketuai Ahmad Sodiki didampingi hakim lainnya, masing-masing Harjono dan Ahmad Fadlil Sumadi menilai tuntutan pihak pemohon (AGK-FER, red) masih kabur, sehingga diberikan kesempatan untuk memperbaiki kembali bila pemohon berkeinginan melakukannya.

“Ini gugatan saya lihat masih abu-abu. Belum jelas suap dari siapa, kemudian pengaruhnya terhadap hasil suara. Jadi diberikan kesempatan bagi pemohon untuk memperbaiki dalil-dalil gugatan atau jika merasa sudah cukup tidak apa,” ujar Ahmad Sodiki.

Usai persidangan Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow membantah tudingan tersebut, bahkan berjanji akan memproses secara hukum. “Saya mobil pribadi nda punya, bole dicek, kong tanya pa tetangga semua. Ini merupakan pencemaran nama baik dan akan saya proses hukum pidana maupun perdata,” sembur Sendow.

Dengan tegas, dia membantah menerima mobil Toyota Avanza serta tiga kavling tanah. “Hal ini sangat tidak benar dan apa pun usaha yang akan dilakukan penggugat, saya yakini tidak akan terbukti. Untuk itu saya akan gugat balik. Saya sangat serius akan hal ini, karena sudah mencemarkan nama baik institusi KPUD mau pun pribadi dan keluarga,” tegasnya.

Lanjutnya, rencana gugatan ini akan ditujukan kepada pasangan AGK-FER. “Saya akan gugat pasangan AGK-FER. Tunggu saja,” janjinya.

Hal senada juga diungkapkan kuasa hukum PANTAS, Decroly Raintama serta Victor Nadapdap yang menilai dalil gugatan tersebut kurang mendasar.
“Itu tudingan yang mengada-ada dan harus tunjukkan buktinya,” tandas Nadapdap maupun Raintama.

Sementara itu, selain gugatan suap ketua KPUD, kubu pasangan AGK-FER menduga ada penggelembungan suara di sejumlah TPS, hukum tua menerima pemberian sepeda motor dari pasangan PANTAS, Panitia Pengawas Pemilu (Pan-waslu) tidak bekerja dan mengawasi jalannya pesta demokrasi tersebut. “Memang be-nar, itu adalah materi gugatan dari pasangan AGK-FER,” tambah personel KPUD, Tom-my Moga.

Ketua tim pemenangan AGK-FER, Hanny Mongkareng membenarkan bahwa salah satu gugatan adalah dugaan suap kepada Ketua KPU Minsel. “Itu benar gugatan kami antara lain suap ketua KPUD, namun baru dugaan. Bahkan kami menerima laporan sekaligus tanda terima dari salah satu LSM yang sudah melaporkan dugaan suap ini ke pihak aparat hukum,” ujar Mong-kareng.

Soal instruksi hakim melengkapi materi gugatan, Mongkareng menyatakan, su-dah siap memasukkan dan melengkapi materi gugatan tersebut. “Kami sudah siap melengkapi dan akan dimasukkan besok (hari ini, red) jam 11 siang di MK,” tutup Mongkareng.

Tetty Paruntu sendiri usai sidang menyatakan, dirinya tidak pernah memberikan apa pun kepada siapa pun, terkait pemilukada. “Saya tidak pernah memberi apa pun, apalagi sampai memberi mobil. Sungguh keterlaluan dan itu fitnah namanya. Biar saya mendoakan saja mereka,” tukas Tetty kepada harian ini yang didampingi pasangannya Sonny Frans Tandayu.

Ironisnya, Ketua Panwaslukada Minsel Elpo Mamesah menyatakan tidak menerima laporan apa pun terkait suap serta pembagian uang dari kubu AGK-FER. “Kami tidak menerima laporan apa pun soal suap itu,” tukas Mamesah yang juga menghadiri persi-dangan kemarin.

Sidang dihadiri lengkap seluruh personel KPU Minsel yakni Yurnie Sendow, Roy Suoth, Tommy Moga, Sammy Mingkid dan Elsye Sumual dengan kuasa hukum JPN Bobby Selang serta Decrolly Raintama. Sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis (04/11) besok dengan agenda mendengarkan saksi serta menunjukkan sejumlah bukti.

Dikutip dari: Harian Komentar, Rabu 3 November 2010.

Pengacara PANTAS Stand By di MK Sambut Gugatan AGK-FER

Bupati Minahasa Selatan

Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan terpilih periode 2010-2015.

POSKO, AMURANG [27 October 2010]— Gugatan yang dimasukan tim pemenangan calon bupati Asiano G Kawatu–Felly E Runtuwene (AGK–FER), kabarnya sudah masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun gugatan tersebut belum diberi penomoran atau belum masuk registrasi MK.

Bocoran yang diperoleh harian ini menyebutkan, tim pemenangan AGK–FER melakukan gugatan ke MK karena menuding adanya pelanggaran tahapan Pemilukada putaran kedua di Minsel yang baru dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sehingga, pasangan yang mereka dukung kalah karena adanya penbyimpangan tersebut.

Menyikapi gugatan itu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Minsel mengaku siap meladeni gugatan tersebut. “Pada dasarnya kami siap jika ada gugatan ke MK. Tapi sampai skarang kami belum menerima pemberitahuan dari pihak MK soal adanya gugatan tersebut,” tegas salah satu personbil KPU.

Kendati gugatan AGK-FER masih simpang siur, namun tim pemenangan Christiany E Paruntu–Sonny F Tandayu, tak mau kecolongan. Pengacara kawakan Partai Golkar langsung stand by di MK sambil menunggu masuknya laporan gugatan oleh tim AGK-FER.

“Golkar dan Pantas sudah menyiapkan pengacara untuk menangani laporan gugatan proses Pemilukada,” tegas John Sorongan salah satau Kader Partai Golkar MInsel.

Bahkan diakuinya, kubuh PANTAS juga memiliki bukti kuat untuk menggugat pasangan AGK–FER. Karena pasangan AGK-FER juga melakukan pelanggaran dalam tahapan proses pemilukada. (705)

Dikutip dari: Harian Posko Manado, 27 Oktober 2010.

Catut Nama Cabub-Cawabup Terpilih

Tetty Paruntu: Bupati Minsel terpilih periode 2010-2015.

POSKO, AMURANG [Friday, 22 October 2010] — Pasangan calon Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan calon Wakil Bupati Drs Sonny Tandayu (Pantas) yang terpilih setelah memraup suara terbanyak dalam Pemilukada Minsel putaran kedua, mulai dicatut oleh oknum tak bertanggungjawab.

Caranya, para oknum tersebut mulai mengintimidasi para pejabat di Minsel. Akibatnya, keresahan dalam pelayanan public mulai terjadi. Informasi yang dirangkum harian ini menyebutkan, aksi yang dilancarkan para oknum tak bertanggungjawab ini, dengan cara mengaku orang dekat dan Tim Sukses (TS) dari pasangan Pantas. Oknum ini diduga mulai mendatangi sejumlah pejabat di Minsel dan melakukan intimidasi dengan cara akan melengserkan pejabat yang bersangkutan setelah pasangan calon ini dilantik.

“Jujur saja, aksi ini sangat mempengaruhi kinerja dan pelayanan pemerintahan di Minsel saat ini. Apalagi oknum-oknum tersebut secara terang-terangan menebar ancaman apabila sudah terjadi pergantian pemerintahan akan segara melakukan pergantian jabatan,” ujar sejumlah pejabat dan pegawai di lingkup Pemkab Minsel.

Pejabat dan PNS yang meminta namanya jangan ditulis itu, mengaku kalau apa yang dilakukan oleh oknum–oknum tersebut sudah dipastikan tidak diketahui oleh calon terpilih. Apalagi yang dilakukan oknum tersebut justru merugikan citra dan kredibilitas dari calon terpilih.

Menyikapi hal ini, Ketua Tim Kampanye dan Pemenangan Pantas, Robby Sangkoy ketika dihubungi, membantah jika ada TS yang melakukan intimidasi.

“Tidak benar jika ada yang mengintimidasi pejabat apalagi membawa-bawa nama pasangan calon bupati dan wakil bupati Pantas. Dan selama ini tidak ada pernyataan seperti itu yang dilontarkan pasangan Pantas,” tegasnya. (705)

Dikutip dari: Harian Posko Manado, 22 Oktober 2010.

KPU Minsel Masih Tunggu Surat Dari MK

Bupati Minahasa Selatan

Tetty Paruntu: Bupati Minahasa Selatan terpilih.

TRIBUN, AMURANG – [Tribun Manado, Selasa 26 Oktober 2010] Ketua KPU Minsel Yurnie Sendow mengatakan, sampai saat ini mereka belum menerima dan masih menunggu surat resmi dari MK, mengenai guggatan pasangan calon AGK-Fer pada pemilukada Minsel putaran kedua.

Dan mereka baru sebatas dengar informasi dari pihak AGK-Fer dan tim suksenya, dimana katanya hari Jumat pekan lalu sudah memasukan gugatan tersebut.

“Katanya dorang so kase maso gugatan hari Jumat, tetapi diregistrasi hari Senin, Namun KPU Minsel belum menerima surat dari MK, atau secara kelembagaan kami masih menunggu surat dari MK,” ujarnya Kepada Tribun Manado, Selasa (26/10/10).

Mengenai materi gugagatan yang diajukan Pasangan AGK-Fer, Yurnie juga belum mengathui persinya seperti apa, karena surat resmi dari MK belum mereka terima, Hanya masih sebatas informasi dari pihak AGK-Fer dan tim suksenya secara langsung kepada KPU Minsel.

“Kami belum tahu guggatan mereka seperti apa, tetapi ada informasi, kalau mereka meminta membatalkan hasil pleno KPU tentang penetapan pasangan terpilih, dan meminta diadakan pemunggutan suara ulang,” ujar Yurnie.

Frangky Lelengboto, Ketua Media Center AGK-Fer mengakui, jika pihak AGK-Fer telah memasukan gugatan ke MK. Namun dirinya juga belum mengetahui secara persis materi gugatannya seperti apa.

“Materi gugatannya saya belum tahu secara pasti, tetapi Jumat lalu sudah masukan ke MK. Mungkin baru pemeriksaan berkas untuk penomoran registrasi, tetapi katanya nomor sudah ada,” ujarnya.

Mengenai jadwal kapan akan sidang, pihaknya juga belum tahu pasti. Sementara saksi-saksi, dikatakan Frangky, kalau sidang sudah mulai dan butuh saksi pasti akan dihadirkan.

Sementara Robby Sangkoy, Ketua Tim Pemenangan Tetty Paruntu-Sonny Tandayu (PanTas) mengatakan, pihak mereka sangat siap menghadapi gugatan di MK, dan tak sejengkal pun merasa takut apalagi gentar, sebab semua yang disangkakan oleh AGK-Fer tak terbukti mereka lakukan.

“Kami sangat siap dan tak merasa takut sejengkalpun, karena semua yang dituduhkan pada kami, tak benar semuanya dan kami tak lakukan. Dan kami yakin hasil sidang nanti kemenanangan ada di pihak kami, seperti pada 14 Otober lalu,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Sangkoy, malah jika AGK-Fer melakukan gugatan karena masalah Panwas yang katanya tidak mengawas, hanya akan menjadi bahan tertawaan masyarakat.

“Yang jadi pertanyaan begini, kata mereka Panwas tak mengawas, lalu kenapa Panwas dari tingkat TPS, kecamatan dan kabupaten ada tandatangan berita acara formulir C1. Apalagi saksi AGK-Fer ada di tiap TPS dan tandatangan juga berita acara, seharunya kalau mereka bilang Panwas tak mengawas, berarti sejak di tingkat TPS mereka sudah menolak hasil Pemilukada,” ujarnya menjelaskan.

Lanjutnya lagi, tetapi yang terjadi saksi AGK-Fer tandatangan di tingkat TPS, berarti mereka mengakui Panwas ada, dan memang Panwas juga ada, dibuktikan dari tandatangan dari tingkat TPS, Kecamatan dan PPK.

“Itu kan ironi, dan malah akan jadi bahan tertawaan di masyarakat,” pungkasnya. (vid)

Dikutip dari: Tribun Manado, Selasa 26 Oktober 2010.

Pantas Bantah Susun ‘Kabinet’

Minahasa Selatan

Tetty Paruntu & Sonny Tandayu: Bupati dan wakil bupati terpilih Minahasa Selatan periode 2010-2015.

Amurang, KOMENTAR [Senin, 25 Oktober 2010] Pasangan PANTAS yang sukses meraih suara terbanyak dan sudah diplenokan KPUD sebagai calon bupati dan wakil bupati Minsel, diisukan mulai menyusun ‘kabinet’ dalam pemerintahan nanti. Bahkan dikabarkan, tak sedikit pejabat-pejabat yang sudah dijanjikan untuk menjabat sebagai kepala SKPD.

Mendengar hal ini, ketua tim sukses PANTAS, Robby Sangkoy membantah informasi tersebut dan menyatakan PANTAS masih berkonsentrasi dalam gugatan di MK.

“Lantik saja belum. Kami masih konsentrasi di MK, kalaupun ada gugatan. Jadi, sekali lagi, belum ada pemikiran dari PANTAS untuk menyusun ‘kabinet’. Kabar itu hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung-jawab,” ujar Sangkoy akhir pekan lalu.

Lanjutnya, untuk menyusun ‘kabinet’ Ibu Tetty dan Pak Sonny akan bekerjasama dengan tim Baperjakat. “Jadi, untuk posisi jabatan kepala SKPD itu adalah tanggung-jawab dari Baperjakat di antaranya bupati serta wakil bupati. Harus dikoordinasi. Jadi, tidak benar isu bahwa PANTAS sudah susun kabinet,” tambahnya.

Demikian pula, lanjut Sangkoy, jika ada para pejabat yang sudah dijanjikan jabatan, diingatkan untuk tidak tertipu. Apalagi diiming-iming atau dibarter dengan sejumlah uang. “Sekali lagi, PANTAS belum memikirkan kabinet. Itu urusan nanti setelah dilantik. Diingatkan kepada pejabat untuk tidak tertipu,” tu-tup Sangkoy yang juga Ketua Komisi III DPRD Minsel ini.(mon)

Dikutip dari: Harian Komentar, Senin 25 Oktober 2010.

Anas-Ical All Out Menangkan Pantas

DPP Partai Golkar dan DPP Partai Demokrat mendukung penuh kemenangan Tetty Paruntu di pemilukada Minsel.

 

JAKARTA [Manado Post, Kamis, 21 Oktober 2010] Menghadapi gugatan Pilkada Minahasa Selatan (Minsel), pasangan calon Bupati Cristiany Euginia Paruntu – Sonny Tandayu (Pantas) mendapat dukungan penuh dari dua ketua umum (Ketum) parpol besar. Yaitu Ketum DPP Golkar Abirizal Bakrie dan Ketum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Keduanya menyatakan akan all out untuk mempertahankan kemenangan Pantas yang meraih suara 57 persen dalam pilkada Minsel putaran kedua.

Dihubungi terpisah, baik Anas maupun Ical mengaku, telah menyiapkan tim pengacara terbaiknya untuk bertarung dalam sidang sengketa pilkada Minsel di Mahkamah Konstitusi.

“Kedatangan saya ke Manado pada 18 Oktober ada dua misi. Misi pertama, memenangkan pasangan calon walikota Manado Vicky Lumentut-Harley Mangindaan. Yang kedua, bertemu dengan ibu Tetty Paruntu terkait hasil pilkada putaran kedua, di mana Pantas keluar sebagai pemenang,” tutur Anas.

Sebagai mitra koalisi, lanjutnya, Demokrat berkewajiban memenangkan pasangan Pantas dalam pilkada Minsel. Ketika kemenangan itu akhirnya digugat, Demokrat juga harus siap mengerahkan tenaga untuk mempertahankan hasil yang sudah diplenokan KPUD Minsel.

“Nantinya PD akan menyiapkan tim pengacara juga untuk memenangkan Pantas di sidang MK,” sebutnya.

Demikian halnya Golkar. Ical menegaskan, pihaknya telah menunjuk pengacara dari BakumHAM Golkar yang akan mendampingi Pantas dalam persidangan nanti.

“Pasangan Golkar sudah menyiapkan pengacara yang dipimpin pak Vicktor Nadapdap. Yang jelas Golkar tidak akan membiarkan kadernya berjuang sendiri. Golkar akan mengawal terus hingga Pantas mendapat SK Mendagri,”  tegasnya.

Sementara itu pada koran ini Tetty membenarkan kalau dirinya telah melakukan pertemuan dengan dua ketum parpol tersebut. “Kalau pak Anas saya ketemunya di Manado. Kebetulan pak Anas memang datang untuk meninjau hasil pilkada Minsel. Beliau gembira hasilnya bagus dan menyatakan Demokrat akan all out untuk memenangkan Pantas,” akunya.

Bagaimana Ketum DPP Golkar? “Saya ketemu bang Icalnya saat Rapimnas hari ini (Rabu, 20/10). Beliau juga sangat mensupport dan akan memfokuskan pada pemenangan Pantas,” tambahnya.

Tetty pun menyatakan pihaknya sangat siap menghadapi gugatan lawan. Bahkan tim Pantas telah menyiapkan semua barang bukti terkait pelanggaran pilkada lalu.

“Kami punya barang bukti baik tertulis, saksi hidup, foto, dan video tentang pelanggaran yang dilakukan lawan saya. Kalau dua ketum DPP Golkar dan Demokrat sudah siap, saya pun harus sangat siap,” tegasnya.

Tanpa ingin mendahului persidangan MK, Tetty merasa yakin kalau gugatan lawan akan ditolak. Lantaran, semua bukti mengarah jika Pantas tidak melakukan pelanggaran. Justru pihak lawannyalah yang melakukan pelanggaran, seperti mobilisasi PNS, pembagian beras, pakaian, dll.

“Sebenarnya kamilah yang melaporkan mereka ke Panwas atas pelanggaran yang dilakukan lawan kami. Mereka tidak mengajukan keberatan sama sekali. Anehnya setelah Pantas dinyatakan menang, mereka baru ramai-ramai menggugat. Ini kan aneh,” tandasnya.

Meski begitu Tetty menyatakan, dirinya akan menyiapkan puluhan saksi untuk memperkuat pertahanannya. “Saya yakin Tuhan selalu bersama Pantas karena kemenangan kami bukan pemberian manusia tapi Tuhan. Kalau Tuhan sudah berkehendak, siapapun yang menjegalnya tidak akan berhasil,” pungkasnya. (esy/adv)

Dikutip dari: Manado Post, 21 Oktober 2010.