Category Archives: PANTAS & Pengawasan Pemilukada

PANTAS No.5 Ajak Pendukung Selamatkan Kemenangan

Tetty Paruntu & Sonny Tandayu tampak dielu-elukan massa dalam kampanye akbar 28 Juli 2010.

Mendekati hari pencoblosan, Tetty Paruntu kembali menghimbau kepada para simpatisan, pendukung, dan tim sukses PANTAS khususnya, dan seluruh warga Minsel calon pemilih pada umumnya, untuk ikut menjaga pemilukada pada Selasa 3 Agustus nanti. “Kami sudah membentuk tim anti kecurangan pemilukada Minsel yang akan bekerja dengan sangat teliti, waspada, dan hati-hati,” kata Tetty Paruntu, kandidat terkuat versi berbagai lembaga survei.

“Walau demikian, kita tetap harus waspada dengan segala kemungkinan. Jangan sampai suara rakyat yang jujur dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tambah calon bupati dari Partai Golkar ini usai kampanye akbar di lapangan Pondang, Amurang (28 Juli 2010).

Karena itu, Tetty juga berpesan kepada seluruh warga Minsel yang akan memilih nanti supaya setelah mencoblos tidak langsung pulang melainkan ikut mengawasi proses penghitungan suara hingga tuntas. Setiap warga Minsel, dengan kesadaran penuh, diimbau untuk “menyelamatkan” suaranya agar tidak sia-sia. Khusus untuk pendukung PANTAS No.5, seruan untuk mengawasi proses pencoblosan hingga penghitungan suara sangat ditekankan.

“Sampai sejauh ini PANTAS selalu mendapatkan suara teratas dalam setiap survei. Dan, ini pertanda kemenangan hampir di tangan. Jadi, kita harus bekerja keras selamatkan kemenangan tersebut,” tegas Tetty yang di pemilukada berpasangan dengan birokrat andal Sonny F. Tandayu.

Adalah Profesor DR. Ir. Lucky W. Sondakh MEc, yang menyampaikan kekhawatiran akan adanya kemungkinan pihak-pihak tertentu tengah menyiapkan strategi curang dalam pemilukada di Minsel. Dalam tengara Profesor Lucky, kontestan pemilukada banyak yang percaya dengan peran H-2 (gerilya strategi dua hari sebelum pencoblosan).

“Sepertinya, teori-teori ‘ilmu ruci’, yang sangat tidak terpuji, untuk ‘memanipulasi dan mengorupsi’ suara rakyat melalui ‘ruci-ruci’ di TPS dan berita acara. Melalui konspirasi antara para saksi, petugas, dan pengawas TPS sampai pada proses penghitungan,” ungkap Profesor Lucky di menu komentar BeritaManado.com (10 Mei 2010).

“Di sana bisa terjadi ‘pasar lelang’ untuk menjual-belikan ‘nurani’ para pemilih… Torang samua di Minsel tidak boleh menafikan bahwa para tim sukses kontestan sedang merancang strategi H-2. Strategi yang tidak terpuji dan mengobrak-abrik bukan saja sistem dan nilai demokrasi. Tetapi, mereka mengorupsi dan memanipulasi ‘nurani’ masyarakat. Dan, inikah yang harus kita wariskan ke generasi mendatang? Mendapatkan ‘penguasa-penguasa’ yang dihasilkan dari pola berpolitik praktis yang menganut ‘ilmu ruci?” ungkap mantan Rektor Unsrat (2004-2008) ini dengan nada prihatin.

“Kami menyadari sinyalemen kecurangan seperti disampaikan Profesor Lucky Sondakh itu sangat mungkin terjadi. Kami ikut prihatin tentunya. Jadi, kita harus siap mengantisipasi dan cegah bersama-sama. Kita harus selalu waspada, tetap awasi, catat semua hal dengan teliti, karena itu bagian dari kontrol masyarakat atas penyelenggara pemilukada,” tukas Tetty Paruntu sembari mengucapkan selamat menggunakan hak pilih.[]