Posisi AGK-FER Melemah

Minahasa Selatan

Tetty Paruntu dan Sonny Tandayu, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan terpilih saat acara gerak jalan di Amurang

KESAKSIAN puluhan kepala desa (Kades) yang dihadirkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Minahasa Selatan (Minsel), dan pasangan Christiany Eugenia Paruntu-Sonny Tandayu (PanTas), melemahkan posisi pasangan Asiano Gamy Kawatu-Felly Estelita Runtuwene (AGK-FER), dalam sidang perselisihan pemilihan bupati dan wakil bupati (Pibup) Minsel putaran kedua di Mahkamah Konstitusi, kemarin.

Para Kades itu membantah menerima sepeda motor dari PanTas. Mereka juga sama-sama mengatakan ada petugas Panitia Pengawas (Panwas) Pilbup yang menyaksikan jalannya pemungutan suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara di desa masing-masing.

“Saya tidak pernah menerima motor, tidak pernah mendengar dan tidak pernah tahu ada pemberian motor,” ujar Kades Ranoyapo, Welly Jerry Liwe. Dia menambahkan dari awal tahapan sampai penghitungan berjalan lancar. “Ada ibu Ani Kalangi yang merupakan Panwas ikut mengawasi pelaksanaan Pilbup,” ucapnya dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Ahmad Sodiki, didamingi hakim anggota Harjono dan Ahmad Fadlil Sumadi itu.

Pernyataan senada dilontarkan Budi Onibala, Ferdy Kowaas, dan Yoseph Rumenangan. Tiga Kades ini kompak menyatakan tak pernah menerima uang sepeserpun dari pasangan calon manapun. “Kami juga tidak pernah mendapatkan motor dari siapapun,” kata mereka bertiga senada.

Yang lucu pernyataan Ridel Marentek. Kades Poopo ini sempat dibilang Hukum Tua (Kades, red) kaya oleh panel hakim karena mempunyai tiga motor. “Saya punya tiga motor, tapi kredit pak hakim. Kalau pelaksanaan pilbup di Poopo berjalan baik karena ada Panwas, Linmas, dan kepolisian,” tuturnya.

Sedangkan Kades Lalumpe William Sengkey, Kades Boyong Pante Rafles, dan Kades Arakan Mochtar Otay juga menegaskan hal serupa, bahwa tidak ada pemberian motor baik dari AGK-FER maupun PanTas. Saksi-saksi yang dihadirkan KPUD Minsel dari PPS maupun Panwas menyatakan proses perhitungan suara berjalan aman. Keabsahan suara yang diakui hanya yang dicoblos bukan disobek atau dicopot.

“Dalam perhitungan suara di PPS Tountemboan Maesa memang banyak surat suara yang disobek. Tapi itu tidak kami hitung sebagai suara sah, melainkan suara rusak,” ungkap Relly Massie Sumerah, Ketua PPS Tountemboan.

Sejumlah personil Panwas menegaskan tidak ada instruksi untuk tidak melaksanakan tugas. Semuanya berjalan lancar, demikian juga soal honor tetap dibayarkan semuanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan PanTas, Robby Sangkoy usai persidangan menegaskan, pernyataan para Kades serta anggota Panwas dan PPS menunjukkan semua dalil yang diajukan pemohon tentang money politics tidaklah benar. Demikian juga dengan aksi mogok kerja Panwas semua hanya mengada-ada.

“Kita hanya lihat fakta persidangan saja. Semua saksi mengatakan pelaksanaan Pilbup berjalan lancar dan aman. Jadi semua tuduhan pemohon otomatis telah dimentahkan para saksi,” ucapnya.

Victor Nadapdap, kuasa hukum PanTas mengatakan dari awal pihaknya sangat yakin bila dalil pemohon lemah dan kabur karena tidak didasari bukti-bukti kuat. “Tadi semua Kades (me)ngaku tidak menerima sepeda motor kan? Nah, apalagi argumen yang diajukan pemohon?” kata Victor sambil tertawa.

Di sisi lain Hendrik Assa, kuasa hukum AGK-FER menyatakan masih akan menyediakan saksi-saksi untuk menguatkan dalil-dalilnya. “Masih ada waktu untuk menghadirkan saksi-saksi lainnya. Sidang Selasa (9/11) nanti akan kami gunakan untuk membuktikan lawan kami telah melakukan kecurangan,” tandasnya.(esy/sto/ddt)

Dikutip dari: Manado Post online, Sabtu 6 November 2010.

2 responses to “Posisi AGK-FER Melemah

  1. Jeinie Purukan

    Mantapzzzzz

  2. berbicaralah sesuai dengan apa yang ada dan jangan di buat-buat… menghadirkan saksi seharusnya yang kompeten jangan hanya asal bunyi… terlihat bodoh dan amat tidak logis jika menghadirkan saksi yang tidak mempunyai bukti… penuntutan sengketa pilbub minsel yang dilakukan tim agk-fer akan berbuah “0” (nol) jika saksi tidak memiliki bukti…

    kenapa sih agk-fer tidak mau menyadari akan kekalahan yang dialami… pemilihan pilbub yg terjadi di minsel sudah sangat demokrasi… janganlah membuat masyarakat minahasa selatan menjadi bingung dengan tuntutan yang nga-nga….. ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s