AGK Akui Keunggulan PANTAS

Tetty Paruntu Minsel

Sonny Frans Tandayu, Wakil Bupati Minsel terpilih bersama relawan PANTAS di Mahkamah Konstitusi.

Jakarta, KOMENTAR [Sabtu, 6 November 2010] Ungkapan pengakuan terhadap pesaingnya, Tetty Paruntu-Sonny Tandayu diutarakan calon bupati Minsel Aseano Gemmy Kawatu (AGK) usai sidang perselisihan hasil pilkada, Jumat (05/11) kemarin.

“Secara politis saya akui kemenangan PANTAS tapi karena proses hukum sudah berjalan dan tidak mungkin dihentikan ya biar proses ini berjalan dulu,” ujar Kawatu di hadapan salah seorang personel Dekab Minsel Robby Sangkoy serta harian ini.

Lebih lanjut Kawatu mengutarakan bahwa dirinya menghormati proses hukum serta enggan berpolemik lebih jauh terkait proses pilkada yang telah berlangsung. Namun dirinya juga enggan mengecewakan pendukungnya yang ingin menempuh jalur hukum di MK.

“Saya sebenarnya tidak ingin menempuh proses lanjut di MK, namun saya juga tidak mau mengecewakan tim sukses saya yang mau melanjutkannya lewat proses hukum,” tukasnya lagi.

Pendapat tersebut langsung direspons positif Sangkoy. Bahkan secara sportif Kawatu langsung menyalami calon Wakil Bupati Minsel Sonny Tandayu yang merupakan pesaing utamanya di putaran kedua pilkada Minsel beberapa waktu lalu. “Selamat ya pak,” tukas Kawatu sambil tersenyum disaksikan puluhan pendukung kedua belah pihak yang terkumpul di MK usai sidang.

Sidang kasus pilkada Minsel sendiri akan dilangsungkan kembali pada Selasa (09/11) pekan mendatang dengan agenda mendengarkan saksi serta pembuktian. Sidang pekan mendatang merupakan yang terakhir sebelum pembacaan putusan.

Sebelumnya pada persidangan sejumlah hukum tua membantah telah terjadi politik uang serta pembagian motor seperti diungkapkan sejumlah saksi AGK-FER. Bahkan salah seorang kumtua sempat diperingati hakim MK karena dalam pembuktian tentang penyerahan uang untuk pembelian mobil Avanza serta tanah kepada Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow, ternyata tidak melihat langsung selain hanya mendengar informasi dari salah satu temannya.

“Anda tidak melihat sendiri jangan menuduh sembarangan bisa diproses hukum karena ini mengandung unsur fitnah,” tandas hakim Harjono yang merupakan salah seorang anggota hakim panel. Dalam persidangan kubu AGK-FER hanya menghadirkan Gemmy Kawatu selaku principal. Sementara kubu PANTAS menghadirkan Sonny Tandayu selaku principal pihak terkait.(jim)

Dikutip dari Harian Komentar, Sabtu 6 November 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s