Ketua KPU Minsel Dituding Terima Suap

Tetty Paruntu Bupati Minsel terpilih.

Jakarta, KOMENTAR [Rabu, 3 November 2010] Sidang perdana gugatan Pemilukada Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (02/11) kemarin. Menariknya, kubu pasangan Asiano Gammy Kawatu-Felly Estelita Runtuwene (AGK-FER) menuding Ketua KPU Minsel Yurnie Sendow diduga telah menerima suap. Dugaan suap tersebut diungkapkan kuasa hukum AGK-FER, Hendrik R Assa dalam pembacaan tuntutan gugatan pelanggaran pemilukada di persidangan MK, Selasa (2/10) kemarin.

Menurut Assa, Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow diduga telah menerima suap berupa mobil jenis Toyota Avanza senilai Rp 180 juta, serta kepemilikan tanah bernilai Rp 150 juta di Minsel. Selain itu, Assa juga membacakan dugaan money politics di sejumlah desa yang dilakukan kubu pasangan Tetty Paruntu–Sonny Tandayu (PANTAS) bernilai puluhan juta.

Majelis hakim panel yang diketuai Ahmad Sodiki didampingi hakim lainnya, masing-masing Harjono dan Ahmad Fadlil Sumadi menilai tuntutan pihak pemohon (AGK-FER, red) masih kabur, sehingga diberikan kesempatan untuk memperbaiki kembali bila pemohon berkeinginan melakukannya.

“Ini gugatan saya lihat masih abu-abu. Belum jelas suap dari siapa, kemudian pengaruhnya terhadap hasil suara. Jadi diberikan kesempatan bagi pemohon untuk memperbaiki dalil-dalil gugatan atau jika merasa sudah cukup tidak apa,” ujar Ahmad Sodiki.

Usai persidangan Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow membantah tudingan tersebut, bahkan berjanji akan memproses secara hukum. “Saya mobil pribadi nda punya, bole dicek, kong tanya pa tetangga semua. Ini merupakan pencemaran nama baik dan akan saya proses hukum pidana maupun perdata,” sembur Sendow.

Dengan tegas, dia membantah menerima mobil Toyota Avanza serta tiga kavling tanah. “Hal ini sangat tidak benar dan apa pun usaha yang akan dilakukan penggugat, saya yakini tidak akan terbukti. Untuk itu saya akan gugat balik. Saya sangat serius akan hal ini, karena sudah mencemarkan nama baik institusi KPUD mau pun pribadi dan keluarga,” tegasnya.

Lanjutnya, rencana gugatan ini akan ditujukan kepada pasangan AGK-FER. “Saya akan gugat pasangan AGK-FER. Tunggu saja,” janjinya.

Hal senada juga diungkapkan kuasa hukum PANTAS, Decroly Raintama serta Victor Nadapdap yang menilai dalil gugatan tersebut kurang mendasar.
“Itu tudingan yang mengada-ada dan harus tunjukkan buktinya,” tandas Nadapdap maupun Raintama.

Sementara itu, selain gugatan suap ketua KPUD, kubu pasangan AGK-FER menduga ada penggelembungan suara di sejumlah TPS, hukum tua menerima pemberian sepeda motor dari pasangan PANTAS, Panitia Pengawas Pemilu (Pan-waslu) tidak bekerja dan mengawasi jalannya pesta demokrasi tersebut. “Memang be-nar, itu adalah materi gugatan dari pasangan AGK-FER,” tambah personel KPUD, Tom-my Moga.

Ketua tim pemenangan AGK-FER, Hanny Mongkareng membenarkan bahwa salah satu gugatan adalah dugaan suap kepada Ketua KPU Minsel. “Itu benar gugatan kami antara lain suap ketua KPUD, namun baru dugaan. Bahkan kami menerima laporan sekaligus tanda terima dari salah satu LSM yang sudah melaporkan dugaan suap ini ke pihak aparat hukum,” ujar Mong-kareng.

Soal instruksi hakim melengkapi materi gugatan, Mongkareng menyatakan, su-dah siap memasukkan dan melengkapi materi gugatan tersebut. “Kami sudah siap melengkapi dan akan dimasukkan besok (hari ini, red) jam 11 siang di MK,” tutup Mongkareng.

Tetty Paruntu sendiri usai sidang menyatakan, dirinya tidak pernah memberikan apa pun kepada siapa pun, terkait pemilukada. “Saya tidak pernah memberi apa pun, apalagi sampai memberi mobil. Sungguh keterlaluan dan itu fitnah namanya. Biar saya mendoakan saja mereka,” tukas Tetty kepada harian ini yang didampingi pasangannya Sonny Frans Tandayu.

Ironisnya, Ketua Panwaslukada Minsel Elpo Mamesah menyatakan tidak menerima laporan apa pun terkait suap serta pembagian uang dari kubu AGK-FER. “Kami tidak menerima laporan apa pun soal suap itu,” tukas Mamesah yang juga menghadiri persi-dangan kemarin.

Sidang dihadiri lengkap seluruh personel KPU Minsel yakni Yurnie Sendow, Roy Suoth, Tommy Moga, Sammy Mingkid dan Elsye Sumual dengan kuasa hukum JPN Bobby Selang serta Decrolly Raintama. Sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis (04/11) besok dengan agenda mendengarkan saksi serta menunjukkan sejumlah bukti.

Dikutip dari: Harian Komentar, Rabu 3 November 2010.

3 responses to “Ketua KPU Minsel Dituding Terima Suap

  1. Christovel anak tokin

    Kalau sudah kalah..
    Ngaku aza kalah..
    Malu2in…

    Nggak gentel kok jdi orang..

    Chris_tokin

  2. Pilihan rakyat adalah pilihan Tuhan. Kemenangan ini adalah pemberian Tuhan. Kita doakan proses ini segera berakhir dan acara pelantikan Bupati dan wakil Bupati baru segera dilaksanakan. Amin.

  3. Drng blm sadar stau kalu drng itu so kalah. . .
    Kurang mo Lantik kwa, . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s