Kuatnya Modal Politik Tetty Paruntu

Christiany Eugenia Tetty Paruntu

Tetty Paruntu terus turun ke bawah dan selalu mendapatkan sambutan hangat dari warga Minahasa Selatan

Apakah seorang calon pemimpin yang ingin dipilih oleh rakyat bisa hanya berbekal tekad dan kemauan baik? Apakah seorang calon pemimpin bisa memenangkan pemilihan langsung dengan berbekalkan ide-ide belaka serta ilmu yang diperolehnya di dunia akademik? Apakah seorang calon pemimpin bisa dipilih hanya dengan mengandalkan pengalamannya di dunia birokrasi? Apakah seorang calon pemimpin berlatar belakang pengusaha atau politisi partai bisa memenangkan pemilihan langsung oleh rakyat? Ternyata, jawabannya sama, semua serba mungkin.

Akan tetapi, ajang demokrasi seperti pemilihan kepala daerah akan berat dijalani dengan hanya mengandalkan salah satu atau dua faktor saja dari berbagai latar belakang di atas. Apalagi salah satu syarat politik yang harus dimiliki oleh setiap kandidat adalah “kendaraan politik”. Tampaknya, syarat partai pengusung inilah yang mungkin akan menggugurkan sekian banyak bakal kandidat bupati Minsel yang sudah mempersiapkan diri dari sisi tekad, niat baik, visi-misi, atau bahkan strategi politiknya.

Bagaimana dengan salah satu bakal kandidat bernama Christiany Eugenia “Tetty” Paruntu (CEP)? Agaknya, dari hampir lima belasan bakal calon kontestan pilkada Minsel, mungkin hanya Tetty Paruntu satu-satunya yang sejak awal sudah tidak dipusingkan oleh kendaraan politik. Sebab, Tetty memang salah satu kader Partai Golkar yang sejak awal sudah digadang-gadang akan dicalonkan untuk maju di pilkada Minsel. Dan, dukungan dari internal Partai Golkar pun tak terbendung mengingat kuatnya popularitas dan potensi elektabilitas Tetty. Itulah sebabnya, sejak awal Partai Golkar begitu percaya diri untuk hanya mengajukan satu calon tunggal, yaitu Tetty Paruntu sebagai kader terbaiknya saat ini.

Dengan pilihan politik semacam itu, sekali lagi Partai Golkar membuktikan diri sebagai partai mapan yang sungguh menghargai arti sistem kaderisasi politik. Partai Golkar tidak lagi dipusingkan untuk menjaring bakal-bakal calon dari luar hanya sekadar menunjukkan diri sebagai partai yang demokratis. Sebab memang, sebagai partai kader yang baik, sudah seharusnyalah kalau kader sendiri yang diajukan sebagai calon pemimpin. Terlebih bila si calon tersebut memang mampu dan punya potensi elektabilitas tinggi. Memilih calon dari luar partai justru akan menimbulkan “komplikasi” atau paradoks-paradoks politik tersendiri.

Konsekuensi lain dari pilihan politik Partai Golkar seperti itu adalah dari segi kesiapan sang kandidat. Sebagai bakal calon kontestan pilkada 2010 nanti, Tetty Paruntu memiliki waktu yang jauh lebih panjang dan awal untuk mempersiapkan tim-tim sukses (tim dari partai dan tim independen) maupun semua infrastruktur pemenangannya. Dan memang terbukti, pada saat bakal-bakal calon lainnya masih dag-dig-dug menunggu dirinya dipilih dan diajukan sebagai calon oleh suatu kendaraan politik, Tetty dan tim-tim suksesnya sudah jauh-jauh hari bergerak dengan leluasa untuk menarik simpati warga Minsel.

Pertanyaannya, bagaimana seorang bakal kandidat bisa dipercaya oleh suatu partai politik untuk dimajukan dalam kompetisi pilkada? Tentunya, modal tekad, ide-ide cerdas, ilmu yang segudang, atau latar belakang profesi tertentu saja tidaklah mencukupi. Bagaimanapun, untuk posisi sebagai pemimpin atau kepala daerah nantinya, seorang bakal calon harus memiliki kualifikasi-kualifikasi politik yang “khusus”. Bahkan, tersiar di Manado Post 25 November 2009 lalu, sebuah partai politik mematok angka bekal finansial untuk kandidasi pilkada bupati, walikota, dan gubernur di Sulut antara Rp 6 hingga Rp 25 miliar. Betapa banyak kandidat yang akan berguguran karena faktor kualifikasi khusus tersebut, terlebih yang hanya bermodalkan idealisme semata.

A strong politician should have a strong character, smart, experience, good behaviour, and also strong in financial,” tegas Tetty Paruntu yang menguasai tiga bahasa asing tersebut. Ya, Tetty sudah menunjukkan dirinya sebagai seorang politisi berlatar belakang pengusaha yang memiliki karakter kuat dan cerdas dalam memimpin. Keberhasilannya dalam dunia bisnis maupun organisasi-organisasi nirlaba pun menunjukkan kualitasnya dalam hal pengalaman mengelola organisasi.

Aktivitas Tetty melalui Eugenia Ministry, Eugenia Foundation, Lions Club Internasional, dll, juga menunjukkan salah satu concern-nya dalam kegiatan-kegatan kerohanian dan sosial kemasyarakatan. Tak heran bila sejak mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati Minsel, Tetty tampak jauh lebih aktif turun ke tengah-tengah masyarakat untuk menunjukkan kepeduliannya. Dan, bukan hal aneh juga kalau simpati dan dukungan masyarakat Minsel terus berdatangan kepadanya (Manado Post, 5 Januari 2009).

Dan untuk semua kegiatan sosial maupun dalam konteks pencalonannya tersebut, jelas butuh dukungan dana yang sangat besar. Pada titik inilah latar belakang Tetty sebagai pengusaha memainkan peran besar, sekaligus membuktikan keyakinannya bahwa seorang politisi yang kuat dan tangguh harus memiliki bekal finansial yang kokoh pula. Makanya, dengan segala bekal dan kelebihan itulah tanpa ragu-ragu lagi Partai Golkar memilih Tetty Paruntu sebagai calon tunggal bupati Minsel 2010-2015 (Manado Post, 3 Desember 2009).

Nah, apakah dengan bekal kendaraan politik mapan seperti Partai Golkar, tim sukses dan relawan di lapangan yang bergerak cepat, dukungan finansial yang kokoh, kualitas personal yang memikat, popularitas yang terus menanjak, serta besarnya dukungan maupun simpati warga Minsel akan mampu menghantarkan Tetty Paruntu menjadi Bupati Minsel 2010-2015? Mari kita doakan bersama. Amin![]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s