Christiany-Sony Pimpin Minahasa Selatan

Minahasa Selatan

Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 194/PHPU.D-VIII/2010, Christiany Eugenia "Tetty" Paruntu dan Sonny Frans Tandayu sah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan periode 2010-2015.

JAKARTA – [jpnn.com/18 Nov 2010] Mahkamah Konstitusi menolak gugatan sengketa Pilkada Minahasa Selatan (Minsel) yang diajukan oleh pasangan Asiano Gamy Kawatu- Estelita Runtuwene. Majelis Hakim MK yang diketuai Mahfud MD menyatakan dalil-dalil yang diajukan oleh pasangan tersebut tidak berdasar dan tidak berdasarkan hukum. “Majelis Hakim menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Mahfud MD dalam konklusinya pada sidang dengan agenda putusan di gedung MK, Kamis (17/11).

Pasangan Asiano-Estelita mendalilkan adanya dugaan suap kepada para Hukum Tua di Minsel dengan cara membagi-bagikan 110 unit sepeda motor. Namun, menurut Hakim Fadhil Sumadi, dari bukti-bukti yang diajukan hanya terdapat 55 orang yang menerima sepeda motor.

Sepeda motor itu, lanjutnya, dibeli secara bertahap dari bulan Juli, Agustus, hingga September. Sehingga, total keesluruhan berjumlah 55 unit. Sistem pembelian sepeda motor itu sendiri terungkap dengan cara pembiayaan kredit fiducia melalui perusahaan pembayaran dalam hal ini Adira Finance.

Akan tetapi, menurut Fadhil, jika mencermati saksi yang diajukan maka sama sekali tak mencerminkan adanya keterlibatan pihak terkait dalam hal ini pasangan terpilih Christiany Paruntu-Sonny Tandayu dalam proses pembelian motor secara kredit tersebut. Terlebih, menurut Fadhil, saksi dari pihak Adira Finance tak hadir ke MK meski sudah diminta secara resmi sehingga menurutnya MK kesulitan untuk mengusut hal tersebut.

MK juga menilai adanya surat pernyataan dari para hukum tua yang pada intinya menyebutkan kredit motor akan diangsur oleh pihak terkait apabila terpilih sebagai Bupati Minsel. Dan sebaliknya, kredit akan diteruskan sendiri oleh Hukum Tua apabila pihak terkait tidak terpilih sebagai Bupati merupakan pernyataan sepihak. “Surat pernyataan itu tak punya kaitan secara hukum,” kata Fadhil.

Dalil-dalil lainnya, seperti adanya perubahan Daftar Pemilih Tetap pada Pilkada Putaran II Minsel juga tidak terbukti. Dengan keluarnya keputusan MK itu, maka dengan sendirinya menguatkan keputusan KPU Minsel tentang penetapan calon terpilih Pilkada Minsel yang dimenangkan oleh Cristiany Paruntu-Sony Tandayu (wdi/esy/jpnn)

Sumber: JPNN Nusantara, 18 November 2010.

KPU Minsel Segerakan Pelantikan ‘PanTas’

JAKARTA – [jppn.com, Kamis, 18 November 2010 , 19:51:00] Kemenangan telak pasangan Christiany Paruntu-Sonny Tandayu (PanTas) yang disahkan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sengketa pilkada Minahasa Selatan (Minsel), disambut gembira oleh para pendukung bupati/wakil bupati usungan Partai Golkar tersebut. KPU Minsel pun berjanji akan secepatnya melaksanakan putusan MK tersebut.

“Kan sudah jelas siapa pemenang Pilkada Minsel yang sah. Jadi, proses sekarang adalah mengurus segala keperluan untuk syarat pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih,” kata Ketua KPU Minsel, Yurnie Sendow, di Gedung MK, Kamis (18/11).

Yurnie pun mengaku lega, karena dalil pasangan Asiano Gammy Kawati-Esterlita Runtuwene semuanya ditolak oleh mahkamah. “Yang paling utama, soal suap dan money politic itu tidak terbukti. Jadi saya bisa menegakkan kepala saya di hadapan masyarakat Minsel,” ucapnya pula.

Sementara itu, Victor Nadapdap, kuasa hukum PanTas yang dihubungi terpisah, mengatakan (masih) akan memproses masalah tudingan suap terhadap Ketua KPU Minsel. Menurutnya, kasus tersebut akan dibawa ke Polda, karena sudah termasuk tindakan pidana berupa pencemaran nama baik.

“Karena keputusannya sudah ada, maka kami akan menuntut balik. Langkah pertama, yang akan melaporkan ke Polda adalah Ketua KPU Minsel. Setelah itu klien kami,” tandasnya. Victor menambahkan, tindakan ini dilakukan untuk memberi pelajaran, agar jangan sampai mengajukan gugatan yang tidak punya bukti kuat. (esy/wdi/jpnn)

Sumber: JPNN.com.

Gugatan AGK Ditolak, KPU dan PanTas Menang Sidang di MK

Minahasa Selatan

Christiany Eugenia "Tetty" Paruntu bersama para pendukungnya di Mahkamah Konstitusi. Sesuai keputusan MK, Tetty Paruntu sah sebagai Bupati Minahasa Selatan 2010-2015.

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG [Kamis, 18 November 2010 | 17:26 WIB]- Ketua Majelis Hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak semua dalil gugatan yang dilayangkan pasangan calon Asiano Gemmy Kawatu (AGK) – Felly Estelita Runtuwene (FER), dan memenangkan KPU Minsel dan pasangan calon Tetty Paruntu – Sonny Tandayu (PanTas), dalam sidang dengar putusan, Kamis (18/11/10).

“Sidang baru kelar, hasilnya semua dalil guggatan yang dilayangkan pasangan calon AGK-FER ditolak hakim,” ujar Tommy Moga personil KPU Minsel kepada Tribun Manado, Kamis.

Lanjutnya, ini bukan berbicara masalah dimenangi oleh KPU dan PanTas, tetapi kemenangan di MK ini menurutnya adalah kemenangan rakyat Minsel.

“Bukan berbicara mengenai kemenangan kami dan PanTas, tetapi ini adalah kemenangan seluruh rakyat Minsel,” ujar Tommy.

Lanjutnya dengan kemenangan ini, maka mereka setiba di Amurang, akan langsung rapat untuk pengusulan pelantikan Pasangan Pantas ke DPRD dan Pemkab Minsel.

“Pekan depan kami sudah bisa usul ke ke DPRD dan Pemkab mengenai pelantikan,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU Minsel, Yurnie Sendow sangat bersyukur atas kemenangan ini, apalagi tidak terbukti dalil gugatan penyupan kepada dirinya.

“Puji Tuhan kami menang, termaksud gugatan dugaan penyuapan kepada saya tidak terbukti,” ungkapnya.

Dirinya mengaku akan merapatkan lagi tentang niat menggugat balik, tetapi gugatan balik atas pencemaran nama baik pasti akan dilakukannya.

“Gugatan balik kami akan rapatkan, tetapi saya memang berniat menggugat balik,” ujarnya. (Dikutip dari: Tribun Manado)

AGK-Fer Ikhlas Putusan MK

AMURANG, TRIBUN- [Kamis, 18 November 2010 | 09:17 WIB]Kendati baru hari ini putusan perkara di Mahkamah Konstitusi (MK) ketuk palu, namun kubu Kawatu-Runtunewe agaknya lebih memilih pasrah. Bahkan, AG Kawatu yang melayangkan gugatan hasil Pemilukada Minsel putaran kedua, mengaku ikhlas menerima apapun keputusan MK.

“Kita ikhlas menerima  apapun keputusan MK,” ucapnya melalui pesan pendek, Rabu (17/11). Namun berbeda dengan Kawatu, Hendrik Assa, Kuasa Hukum AGK-FER masih merasa gugatannya menang. Bahkan, dia mengaku optimis. Apalagi saksi yang mereka ajukan ke persidangan sesuai dengan kebutuhan MK.

“Guggatan yang kami ajukan sudah memenuhi tiga unsur di MK, yakni terstruktur, sistematis dan masif. Sehingga kami jelas memohon membatalkan hasil pemilukada Minsel,” jelas Hendrik. Terkait pelanggaran-pelanggaran yang seharusnya masuk ranah pidana, Hendrik menjelaskan, karena Panwas tak berfungsi.

Sehingga tak bisa mengawasi pelanggaran pidana seperti money politics. “Kami yakin dan optimis permohonan kami dikabulkan,” ujarnya, terpisah. Anggota KPU Minsel, Tommy Moga justru berpendapat sebaliknya. Menurutnya, gugatan Kawatu-Runtunewe lemah. Sebab katanya, gugatan ke KPU Minsel semuanya lemah.

Katanya, gugatan adanya dugaan penggelembungan suara di Kelurahan Bitung, yakni di TPS 1,3 dan 4, tidak berdasar. Selain itu, gugatan Kawatu-Runtunewe juga tidak seluruhnya kepada KPU Minsel, sebagian ke Panwaslukada Minsel seperti politik uang.

“Kalau money politics itu ditujukan pada pasangan PanTas tetapi itupun susah mereka buktikan. Sementara tak adanya pengawasan dari Panwas Minsel, mereka seperti mengadu ke MK. Tetapi apa yang KPU Minsel jalankan tahapannya tak ada yang merugikan AGK-FER,” ujarnya.

Dikatan Tommy lagi, mengenai tak adanya pengawasan malah saksi yang dihadirkan AGK-FER menguatkan jika ada pengawasan. Padahal, kehadiran Penjabat Bupati Minsel Mecky Onibala, Sekda Minsel M C Kairupan, Kepala Kesbang Minsel Alex Slaat dan Anggota Bawaslu Provinsi Tommy Sumakul, bersaksi di MK adalah atas permintaan AGK-FER.

“Info dari tim pengacara kami, mereka dihadirkan AGK-FER. Karena MK kan menyuruh KPU, Pantas dan AGK-FER siapkan saksi. Namun kesaksian mereka (Bupati, Sekda dan Kepala Kesbang), mengenai ada atau tidaknya kucuran dana ke Panwas, yang dijawab ada, menandakan Panwas ternyata ada dan bekerja,” jelas Tommy.

Tentang tudingan adanya suap ke Ketua KPU Minsel, malah terungkap di sidang saksi AGK-FER hanya dengar dari orang. Meski yakin menang, tetapi menurutnya KPU Minsel akan menghormati segala keputusan MK,  seperti jika menyuruh PSU dibeberapa tempat, maka KPU akan laksanakan.

“Apapun putusan MK kami hormati, jika memang ada item dalam putuskan yang harus kami jalankan, maka kami jalankan,” ujarnya. Jika dalam putusan MK, guggatan AGK-FER ditolak, maka mereka tentunya juga siapkan untuk mengajukan pengusulan pasangan PanTas untuk dilantik. Sebab menurutnya KPU Minsel sudah selesai lakukan seluruh tahapan, tinggal pengajuan pasangan terpilih yang akan dilantik.

“Dalam tahapan kami kan tanggal 14 November pelantikan, tetapi kalau memang kami menang, maka kami akan usulkan lagi pelantikan tersebut seusai sidang di MK, ke Pemkab Minsel dan DPRD Minsel, dan mereka akan ajukan ke gunernur lalu ke Mendagri, ikut mekanisme lah.” terangnya.

Jika KPU dimenangkan, maka katanya lagi, pelantikan pasangan PanTas sebangai bupati dan wakil terpilih yang tergeser dengan agenda persidangan ini, bisa dilaksanakan akhir November atau awal Desember.

PDIP dukung

Rommy Pondaag, Ketua DPC PDIP Minsel, yang partainya mendukung AGK-Fer pada putaran kedua, mengatakan, jika sudah ada putusan MK maka mereka akan hormati dan menerimanya.

“Apapun segala bentuk hasilnya maka kami akan dukung, entah dia menguntungkan pasangan AGK-FER atau menguntungkan pasangan PanTas, tetap kami akan dukung keputusan MK tersebut,” ujar Pondaag.

Sebab menurutnya, keputusan MK bersifat tetap dan harus segera dijalankan. “Keputusan MK itu bersifat mengikat  dan harus langsung dijalankan, sehingga apapun keputusannya nanti kami akan dukung,” ujar Pondaag lagi. Terpisah, sejumlah elemen warga juga menyerukan para pihak bisa legowo menerima hasil MK.

Mereka juga meminta para pihak tidak terpancing emosi menyikapi hasil akhirnya. Mereka yang menyeru yakni Pnt Steven Tuwondila, Ketua Pemuda Wilayah Amrng Satu, Pnt Yubel Pandey, Ketua Pemuda Wilayah Tatapaan, Pnt Stovel Lintjewas, Pnt Johnly Kasenda, Pnt Yubel Lengkong, Pnt Itin Joseph, Henli Tuela Ketua GAMKI Sultra, dan Hesky Kumajas, Ketua IMAMINSEL.

“Yang patut dijaga keamanan agar warga dan para pendukung kandidat dua-dua pasangan calon, tidak terpancing emosinya sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Henli. Lanjutnya, jika terjadi hal-hal negatif maka yang dirugikan adalah warga Minsel sendiri. Mereka juga berharap tidak ada massa pendukung yang berkumpul di sejumlah titik tertentu. “Karena bisa saja hal itu menjadi pemicu. Lebih baik masyarakat lebih mementingkan aktivitasnya seperti biasa,” pinta Henli.

Mereka berharap warga Minsel tetap menjaga suasana kondusif.  “Sebagai masyarakat apapun hasil itu kita hormati bersama karena yang sudah diputuskan merupakan keputusan yang adil dan terbaik untuk Minsel, dan kita berdoa saja, sebab  keputusan itu adalah berasal dari Tuhan,” ujarnya menjelaskan.

Berdasarkan situs http://www.mahkamahkosntitusi.go.id, hari ini (18/11) sidang perselihan Pemilukada Minsel dengan penggugat AG Kawatu dan E Runtunewe dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB, dengan agenda putusan. (vid)

Sumber: Tribun Manado, Kamis 18 November 2010.

Tetty Paruntu Berterima Kasih pada AGK-FER

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG – [Kamis, 18 November 2010 | 18:58 WIB] Asiano Gemmy Kawatu (AGK) menerima hasil putusan sidang sengketa pemilukada Minsel yang berlangsung di MK, dan secara spontan dirinya yang hadir dalam sidang tersebut bersama pasangan calon wakil bupati Felly Runtuwene, langsung memberikan ucapan selamat pada pasangan Tetty Paruntu – Sonny Tandayu (PanTas) yang juga hadir langsung di sidang, Kamis (18/11/10).

“Kita menerima saja, walaupun saksi dan bukti yang ada cukup kuat,” ujarnya kepada Tribun Manado, Kamis.

Dirinya juga mengaku sudah memberikan ucapan selamat kepada pasangan PanTas dengan langsung menyalami mereka. “Sudah, saya sudah ucapkan selamat,” pungkasnya.

Robby Sangkoy, Ketua Pemenangan pasangan PanTas mengatakan dirinya juga berterima kasih, karena AGK-FER dengan jiwa besar secara spontan langsung datang memberikan selamat.

“Dengan jiwa besar AGK-FER mengucapkan selamat kepada Tetty dan Sonny dan menyatakan akan mendukung jalannya pemerintahan melalui sumbangsih konsep-konsep mereka, ini menunjukan jika mereka memiliki semangat membangun bersama di Minsel,” ujarnya.

Tetty Paruntu, Bupati terpilih juga sangat berterimakasih kepada AGK-FER, rakyat minsel dan tentunya pada Tuhan atas kemenangan dalam sidang putusan ini.

“Tentunya saya berterimakasih pada Tuhan karena hari ini kami menang dan seluruh warga Minsel atas dukungannya. Juga Pak Gemmy dan Ibu Felly yang sudah ucapkan selamat dan menyatakan mendukung jalannya pemerintahan di Minsel,” ucap Bupati perempuan pertama di Minsel ini.

Milik Rakyat

Robby Sangkoy, Ketua Tim Pemenangan Pantas mengatakan kemenangan pada sidang di MK ini, berarti PanTas bukan lagi hanya milik pendukung tetapi milik seluruh warga Minsel.

“Kemenangan ini milik seluruh rakyat Minsel tanpa terkecuali, bukan lagi hanya milik pendukung,” ujarnya.

Untuk itu diharapkannya, para pendukung PanTas di Minsel tidak melakukan sikap-sikap arogansi, sehingga tidak menimbulkan gejolak-gejolak yang tidak diinginkan.

“Saya sebagai Ketua Pemenangan berharap pendukung tidak melakukan sikap arogansi, sebab kemengangan ini milik seluruh warga Minsel, mari kita buat kesejukan bersama,” ujarnya. (vid)

Vreeke: PanTas Memang Pantas Pimpin Minsel!

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - [Kamis, 18 November 2010 | 21:12 WIB] Kendati tengah sibuk mempersiapkan Rakerda Golkar Sulut 24-26 mendatang namun pengurus DPD I tetap mengutus utusan untuk mendampingi sidang pasangan Tetty Paruntu-Sonny Tandaju (PanTas) di MK.

Adapun pihak DPD I menyatakan yakin atas kemenangan cabup-cawabup utusan partainya di Minsel karena dalan dua kali pemilihan calon mereka ini meraih angka yang signifikan.

“Secara defacto mereka (PanTas) sudah menang. Di MK ini kan hanya tinggal dejure saja. Sehingga dari awal kami pimpinan Golkar yakin Pantas memang wajar dan pantas untuk memimpin daerah Minsel,” ungkap Ketua DPD I Golkar Sulut Stefanus Vreeke Runtu, Kamis (18/11/2010).

Ada rasa kebanggaan kata Vreeke dengan kemenangan ini. “Ini bukti kader Golkar tetap solid dan selalu berjuang untuk berlomba-lomba memberikan pengabdian kepada masyarakat,” kata Vreeke.

Adapun pengurus harian DPD I Golkar yang hadir di MK tadi, Hanny Sumakul kepada Tribun Manado mengatakan kehadirannya sebagai perwakilan pengurus Golkar Sulut untuk memberikan suport kepada PanTas. Dalam sidang ini katanya, PanTas harus didamping karena setiap kandidat pengugat pun hadir lengkap dengan pendukungnya.

“Pimpinan sidang Pak Mahmud sempat mengatakan tadi malam Ia banyak mendapat SMS yang menyatakan bahwa dia menerima suap suap. Pak Mahmud bahkan menyatakan Ia siap diperiksa KPK,” kata Hanny.

Dari situasi sidang ini, kata Hanny kedua kubu pemohon (penggugat) dan tergugat yaitu PanTas dan KPU Minsel tampak tegang. Apalagi saat pihak pemohon mempersoalkan delapan Pelanggaran. “Namun dalil pemohon menurut MK tidak beralasan jadi PanTas dinyatakan harus segera dilantik,” kata Hanny.

Menurut Hanny pembahasan paling seru dalam sidang ini saat pembahasan dalil pemberian 55 motor kepada Hukum Tua, yang diberikan oleh PanTas. Dalil itu tidak terbukti karena sama sekali tidak mencantumkan pihak terkait (PanTas) dalam serah terima barang tersebut.

Jadi dalam sidang MK secara hukum tidak terkait karena serah terima ditandatangi oleh hukum tua dan dealer. “MK tidak menyakini motor tersebut diberikan oleh pihak terkait. Motor tersebut tidak terkait dengan pihak terkait. Dalil suap kepada ketua KPUD Minsel tidak terbukti,” ujar Hanny.

Sumber: Tribun Manado, 18 November 2010.

PHPU Minahasa Selatan: Termohon dan Pihak Terkait Bantah Praktik Suap

Hakim Konstitusi Achmad Sodiki sebagai Ketua Panel, Ahmad Fadlil Sumadi dan Harjono masing-masing sebagai Anggota Panel memeriksa Perselisihan Hasil Pemilukada Kab. Minahasa Selatan Putaran Kedua, Jakarta (4/10). Foto: Mahkamah Konstitusi Online (www.mahkamahkonstitusi.go.id)

Jakarta, MKOnline – Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kab. Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara Putaran Kedua, kembali disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (4/11). Sidang dengan agenda mendengarkan jawaban Termohon, keterangan Pihak Terkait, dan Pembuktian ini dilakukan oleh Panel Hakim, Achmad Sodiki sebagai Ketua Panel, Ahmad Fadlil Sumadi dan Harjono masing-masing sebagai Anggota Panel.

Pemohon perkara 194/PHPU.D-VIII/2010 ini adalah pasangan Asiano Gamy Kawatu dan Felly Estelita Runtuwene (AGK-FER). Pemohon keberatan terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Minsel Tahun 2010 tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Putaran Kedua Kab. Minsel tanggal 19 Oktober 2010.Pemohon mendalilkan terjadinya kasus suap yang dilakukan oleh pasangan Christiany Eugenia Paruntu-Sonny Tandayu (PanTas) terhadap Ketua KPU Kab. Minahasa Selatan. PanTas juga menyuap para kepala desa dan lurah, dan tindakan money politics lainnya, serta pelibatan PNS dalam pemenangan pasangan PanTas.

Termohon KPU Kab. Minsel, melalui kuasanya, Dance Kaligis membantah dalil Pemohon mengenai keterlibatan lurah untuk memenangkan pasangan PanTas. Dance membantah dan menyatakan hal itu adalah tidak benar. Dance juga membantah dalil Pemohon mengenai penggelembungan suara di Kelurahan Bitung. “Sebab DPT yang dipergunakan dalam Pemilukada putaran kedua tanggal 14 Oktober 2010 tidak mengalami perubahan dari DPT Pemilukada Bupati Wakil Bupati putaran pertama,” katanya. Dalam petitumnya, Termohon melalui kuasanya, Dance Kaligis, meminta Mahkamah menolak permohonan Pemohon.

Sementara itu, Pihak Terkait pasangan Christiany Eugenia Paruntu-Sonny Tandayu (PanTas), melalui kuasanya, Victor Nadapdap, menyatakan eksepsi permohonan Pemohon tidak jelas dan kabur. “Karena tidak ada satu pun dalil-dalil Pemohon yang menyatakan tentang perselisihan suara,” kata Victor menanggapi eksepsi permohonan. Menurut Victor, pelaksanaan Pemilukada Minsel putaran kedua berjalan dengan baik dan tidak ada keberatan dari saksi-saksi TPS-TPS. Sedangkan mengenai saksi Pemohon yang tidak menandatangi hasil rekapitulasi di tingkat PPK, kata Victor, karena adanya instruksi dari tim sukses Pemohon. “Ternyata tim sukses Pemohon sudah menginstruksikan kepada saksi-saksinya untuk tidak menandatangani rekapitulasi di tingkat kecamatan,” lanjutnya.

Menanggapi dalil Pemohon mengenai tidak berfungsinya pengawasan oleh Panwaslukada sehingga memberikan kebebasan bagi pasangan PanTas untuk melakukan politik uang di berbagai tempat, Victor membantah dan menyatakan dalil tersebut adalah fitnah belaka. “Dalil yang tidak benar dan harus ditolak, serta merupakan fitnah,” bantah Victor. Selanjutnya, Victor “menantang” Pemohon untuk membuktikan kebenaran dalil praktik politik uang yang dituduhkan kepada kliennya. “Siapa yang memberi uang, di mana, kepada siapa,” “tantang” Victor.

Sedangkan dalil Pemohon mengenai suap yang dilakukan Pihak Terkait pasangan Pantas kepada Ketua KPU Minsel, menurut Victor merupakan dalil yang beraroma fitnah dan memiliki implikasi hukum tersendiri. Sebab Ketua KPU Kab. Minsel adalah pejabat negara. “Penyuapan terhadap pejabat negara adalah tindak pidana korupsi dan diancam hukuman berat,” tegasnya.

Lebih lanjut Victor menuntut Pemohon membuktikan dalil suap terhadap Ketua KPU Kab. Minsel. “Jika tidak terbukti, Pihak Terkait akan melaporkan kepada Kepolisian sebagai tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik,” tuntut Victor. (Nur Rosihin Ana/mh)

Dikutip dari: Mahkamah Konstitusi Online, Jumat 5 November 2010.

Posisi AGK-FER Melemah

Minahasa Selatan

Tetty Paruntu dan Sonny Tandayu, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan terpilih saat acara gerak jalan di Amurang

KESAKSIAN puluhan kepala desa (Kades) yang dihadirkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Minahasa Selatan (Minsel), dan pasangan Christiany Eugenia Paruntu-Sonny Tandayu (PanTas), melemahkan posisi pasangan Asiano Gamy Kawatu-Felly Estelita Runtuwene (AGK-FER), dalam sidang perselisihan pemilihan bupati dan wakil bupati (Pibup) Minsel putaran kedua di Mahkamah Konstitusi, kemarin.

Para Kades itu membantah menerima sepeda motor dari PanTas. Mereka juga sama-sama mengatakan ada petugas Panitia Pengawas (Panwas) Pilbup yang menyaksikan jalannya pemungutan suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara di desa masing-masing.

“Saya tidak pernah menerima motor, tidak pernah mendengar dan tidak pernah tahu ada pemberian motor,” ujar Kades Ranoyapo, Welly Jerry Liwe. Dia menambahkan dari awal tahapan sampai penghitungan berjalan lancar. “Ada ibu Ani Kalangi yang merupakan Panwas ikut mengawasi pelaksanaan Pilbup,” ucapnya dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Ahmad Sodiki, didamingi hakim anggota Harjono dan Ahmad Fadlil Sumadi itu.

Pernyataan senada dilontarkan Budi Onibala, Ferdy Kowaas, dan Yoseph Rumenangan. Tiga Kades ini kompak menyatakan tak pernah menerima uang sepeserpun dari pasangan calon manapun. “Kami juga tidak pernah mendapatkan motor dari siapapun,” kata mereka bertiga senada.

Yang lucu pernyataan Ridel Marentek. Kades Poopo ini sempat dibilang Hukum Tua (Kades, red) kaya oleh panel hakim karena mempunyai tiga motor. “Saya punya tiga motor, tapi kredit pak hakim. Kalau pelaksanaan pilbup di Poopo berjalan baik karena ada Panwas, Linmas, dan kepolisian,” tuturnya.

Sedangkan Kades Lalumpe William Sengkey, Kades Boyong Pante Rafles, dan Kades Arakan Mochtar Otay juga menegaskan hal serupa, bahwa tidak ada pemberian motor baik dari AGK-FER maupun PanTas. Saksi-saksi yang dihadirkan KPUD Minsel dari PPS maupun Panwas menyatakan proses perhitungan suara berjalan aman. Keabsahan suara yang diakui hanya yang dicoblos bukan disobek atau dicopot.

“Dalam perhitungan suara di PPS Tountemboan Maesa memang banyak surat suara yang disobek. Tapi itu tidak kami hitung sebagai suara sah, melainkan suara rusak,” ungkap Relly Massie Sumerah, Ketua PPS Tountemboan.

Sejumlah personil Panwas menegaskan tidak ada instruksi untuk tidak melaksanakan tugas. Semuanya berjalan lancar, demikian juga soal honor tetap dibayarkan semuanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan PanTas, Robby Sangkoy usai persidangan menegaskan, pernyataan para Kades serta anggota Panwas dan PPS menunjukkan semua dalil yang diajukan pemohon tentang money politics tidaklah benar. Demikian juga dengan aksi mogok kerja Panwas semua hanya mengada-ada.

“Kita hanya lihat fakta persidangan saja. Semua saksi mengatakan pelaksanaan Pilbup berjalan lancar dan aman. Jadi semua tuduhan pemohon otomatis telah dimentahkan para saksi,” ucapnya.

Victor Nadapdap, kuasa hukum PanTas mengatakan dari awal pihaknya sangat yakin bila dalil pemohon lemah dan kabur karena tidak didasari bukti-bukti kuat. “Tadi semua Kades (me)ngaku tidak menerima sepeda motor kan? Nah, apalagi argumen yang diajukan pemohon?” kata Victor sambil tertawa.

Di sisi lain Hendrik Assa, kuasa hukum AGK-FER menyatakan masih akan menyediakan saksi-saksi untuk menguatkan dalil-dalilnya. “Masih ada waktu untuk menghadirkan saksi-saksi lainnya. Sidang Selasa (9/11) nanti akan kami gunakan untuk membuktikan lawan kami telah melakukan kecurangan,” tandasnya.(esy/sto/ddt)

Dikutip dari: Manado Post online, Sabtu 6 November 2010.

AGK Akui Keunggulan PANTAS

Tetty Paruntu Minsel

Sonny Frans Tandayu, Wakil Bupati Minsel terpilih bersama relawan PANTAS di Mahkamah Konstitusi.

Jakarta, KOMENTAR [Sabtu, 6 November 2010] Ungkapan pengakuan terhadap pesaingnya, Tetty Paruntu-Sonny Tandayu diutarakan calon bupati Minsel Aseano Gemmy Kawatu (AGK) usai sidang perselisihan hasil pilkada, Jumat (05/11) kemarin.

“Secara politis saya akui kemenangan PANTAS tapi karena proses hukum sudah berjalan dan tidak mungkin dihentikan ya biar proses ini berjalan dulu,” ujar Kawatu di hadapan salah seorang personel Dekab Minsel Robby Sangkoy serta harian ini.

Lebih lanjut Kawatu mengutarakan bahwa dirinya menghormati proses hukum serta enggan berpolemik lebih jauh terkait proses pilkada yang telah berlangsung. Namun dirinya juga enggan mengecewakan pendukungnya yang ingin menempuh jalur hukum di MK.

“Saya sebenarnya tidak ingin menempuh proses lanjut di MK, namun saya juga tidak mau mengecewakan tim sukses saya yang mau melanjutkannya lewat proses hukum,” tukasnya lagi.

Pendapat tersebut langsung direspons positif Sangkoy. Bahkan secara sportif Kawatu langsung menyalami calon Wakil Bupati Minsel Sonny Tandayu yang merupakan pesaing utamanya di putaran kedua pilkada Minsel beberapa waktu lalu. “Selamat ya pak,” tukas Kawatu sambil tersenyum disaksikan puluhan pendukung kedua belah pihak yang terkumpul di MK usai sidang.

Sidang kasus pilkada Minsel sendiri akan dilangsungkan kembali pada Selasa (09/11) pekan mendatang dengan agenda mendengarkan saksi serta pembuktian. Sidang pekan mendatang merupakan yang terakhir sebelum pembacaan putusan.

Sebelumnya pada persidangan sejumlah hukum tua membantah telah terjadi politik uang serta pembagian motor seperti diungkapkan sejumlah saksi AGK-FER. Bahkan salah seorang kumtua sempat diperingati hakim MK karena dalam pembuktian tentang penyerahan uang untuk pembelian mobil Avanza serta tanah kepada Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow, ternyata tidak melihat langsung selain hanya mendengar informasi dari salah satu temannya.

“Anda tidak melihat sendiri jangan menuduh sembarangan bisa diproses hukum karena ini mengandung unsur fitnah,” tandas hakim Harjono yang merupakan salah seorang anggota hakim panel. Dalam persidangan kubu AGK-FER hanya menghadirkan Gemmy Kawatu selaku principal. Sementara kubu PANTAS menghadirkan Sonny Tandayu selaku principal pihak terkait.(jim)

Dikutip dari Harian Komentar, Sabtu 6 November 2010.

12 Kumtua Bantah Dapat Motor Dari Tetty

Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan terpilih

TRIBUN, AMURANG [Jumat, 5 Nov 2010]- Sebanyak 12 Hukum Tua dihadirkan sebagai saksi dalam lanjutan sidang guggatan hasil pemilukada Minsel yang dilayangkan oleh pasangan calon AGK-FER atas hasil pemilukada Minsel, dan semuanya membantah telah mendapatkan motor dari Tetty Paruntu, Jumat (5/11/10).

“Saksi 12 Hukum Tua yang dihadirkan oleh pasangan PanTas, semuanya membantah jika mereka menerima motor, dan menerima money politik lainnya,” ujar Tommy Moga, pesonil KPU Minsel yang mengikuti jalannya sidang, kepada Tribun Manado, Jumat.

Dilanjutkan oleh Tommy, sementara pihak KPU menghadirkan empat saksi, yakni Vecky Poli, Kasubag Hukum KPU Minsel, Refly Sumarah Ketua PPS Desa Temboan, Ventje Moray KPPS Desa Temboan dan Afrilus Mannopo, Kepala Sekretariat Panwaslukada Minsel.

“Kalau Vecky kami hadirkan bersaksi untuk menjelaskan tentang Daftar Pemilih Tetap di Minsel. Dan dirinya menjelaskan jika DPT dalam pemilukada putaran kedua di Minsel tidak akan berubah, sebab sesuai peraturan KPU, kalau putaran pertama tak ada yang capai 30 persen suara, maka putaran kedua tidak ada pemutakhiran data, tetap pakai DPT pada putaran pertama,” ujar Tommy menjelaskan.

Sementara saksi Refly Sumerah, memberikan kesaksian membantah tudingan pasangan AGK-FER mengenai ada 150 suara milik pasangan calon nomor urut empat yang sengaja dibuat tak sah.

“Jadi Refly sebagai Ketua PPS di desa tersebut membantahnya, memang ada 141 surat suara tak sah, karena memang hasilnya tidak sah saat dicoblos oleh pemilih yang bersangkutan, bukan anggota PPS yang sebabkan dan itu juga bukan hanya suara untuk AGK-FER, tetapi juga pada pasangan PanTas,” ulas Tommy.

Hal tersebut, menurut Tommy dikuatkan oleh kesaksian Ventje Moray, KPPS Desa Temboan. “Memang saat dibuka dari setelah pencoblosan, hasilnya tak sah, sebab bukan dicoblos, tetapi dirobek,” ujar Tommy menirukan kesaksian Moray.

Sementara Afrilus Manoppo Kepala Sekretariat Panwas Minsel, dalam kesaksianya mengatakan, malam terakhir menjelang pemunggutan suara, Panwaslukada Minsel tetap melakukan pengawasan.

Sidang sendiri menurut Tommy akan dilanjutkan Selasa pekan depan. “Setelah sidang Selasa minggu depan, keputusan satu dua hari mungkin sudah akan dihasilkan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Johanis Mongkaren, Ketua Pemenangan AGK-FER mengatakan sidang tadi baru mendengarkan saksi dari KPU dan PanTas, dan Selasa nanti kembali saksi dari mereka akan dihadirkan.

“Tadi kan baru saksi dari AGK-FER dan Pantas, Selasa nanti, kembali saksi kami akan dihadirkan lagi, dan yang akan bersaksi ini dari berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.

Tambahnya, saksi yang akan mereka hadirkan sesuai permintaan hakim di MK sebanyak 15 orang. “Sesuai permintaan hakim 15 orang, tetapi total kami bawa saksi ke MK ada sekitar 50an orang,” ulasnya. (vid)

Sumber: Tribun Manado, Jumat 5 November 2010.

Yurnie Tetap Ngotot Gugat Balik AGK-FER

TRIBUN, AMURANG - Tudingan pasangan calon AGK-FER dalam sebuah materinya yang menuding Ketua KPU Minsel Yurnie Sendow, disuap oleh Tetty sebesar Rp 150 juta untuk membeli Mobil Avanza dan Kapling Rumah dimana dalam persidangan MK saksi AGK-FER mengatakan hanya dengar dari orang, siap diguggat balik oleh Yurnie.

“Tentang itu, Ketua KPU belum menarik keputusannya, dan akan menggugat balik AGK-FER setelah sidang-sidang di MK selesai,” ujar Tommy Moga.

Apalagi menurut Tommy, mereka sudah rapatkan bersama hal tersebut di internal KPU Minsel, dan sudah menghasilkan keputusan, jika Ketua KPU akan gugat balik, karena merupakan bentuk fitnah.

Sementara Ketua Tim Pemenangan AGK-FER Johanis Mongkaren ketika dikonfirmasi masalah tersebut mengatakan, jika tudingan suap Rp 150 juta tersebut atas laporan LSM Bela Pancasila ke Polda Sulut dan Kejati Sulut.

“Itu atas laporan LSM Bela Pancasila ke Polda dan Kajati Sulut, dan masuk ke kami sehingga LSM tersebut bersaksi ke Persidangan di MK,” ujarnya.

Ditanyakan apakah LSM tersebut dihadirkan oleh Pihak AGK-FER sebagai saksi, dikatakan oleh Mongkaren memang mereka yang menghadirkan saksi tersebut.

“Ya, ya, kami memang yang menghadirkan mereka sebagai saksi,” pungkasnya. (vid)

Sumber: Tribun Manado, Jumat 5 November 2010.

Onibala Bersaksi di MK

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG – Penjabat Bupati Minsel, Drs Mecky Onibala memberikan keterangan pada persidangan gugatan pemilukada Minsel yang diajukan oleh Pasangan Calon AGK-FER, yakni dimintai keterangan mengenai kucuran dana ke Panwaslukada Minsel.

“Yang dipanggil bersaksi tadi, Penjabat Bupati, Sekda Minsel dan Kadis Keuangan, yaitu ditanyakan mengenai kucuran dana dari Pemkab Minsel ke kami apakah ada atau tidak,” ujar Ketua Panwaslukada Minsel, Terry Frans kepada Tribun Manado, Kamis (4/11/10).

Menurut Terry, Pemkab Minsel memang ada mengucurkan dana ke mereka, tetapi sesuai MOU belum semuanya terealisasi, namun meski belum dikucurkan semuanya, pengawasan tetap jalan.

“Ada kucuran dana dari Pemkab seperti yang terungkap di persidangan tadi, walau memang belum semuanya tetapi kami tetap lakukan pengawasan,” ujarnya.

Lanjut Terry, selain itu dalam persidangan kemarin, saksi-saksi yang dihadirkan oleh AGK-FER tak masuk akal semuanya, karena ditanyakan money politik dan suap ke Ketua KPU Minsel, semuanya mengaku hanya dengar dari orang.

“Terbukti tadi, saksi-saksi dari AGK-FER tak masuk akal semuanya, seperti tahu dari mana kalau Ketua KPU Minsel disuap, katanya hanya dengar dari orang bicara,” ujar Terry.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua KPU Minsel, Yurnie Sendow, bahkan menurut Yurnie saksi AGK-FER ditanyakan terjadinya money politik juga mengaku hanya dengar orang.

“Saksi mereka mengaku hanya dengar, seperti ditanya tahu dari mana pasangan Tetty-Tandayu melakukan money politik, mereka katakan hanya dengar dari orang. Begitu juga tudingan money politik atau suap ke saya, mereka mengaku hanya dengar dari orang,” ujar Yurnie.

Sidang sendiri akan dilanjutkan Jumat (5/10/11) dengan agenda mendengarkan saksi dari pihak termohon, yakni dari KPU Minsel dan Pasangan Calon Tetty-Tandayu. (vid)

MK Ragukan Saksi AGK-FER

minahasa selatan

Tetty Paruntu: bupati Minahasa Selatan terpilih

Jakarta, KOMENTAR [5 November 2010] Sejumlah saksi yang dihadirkan pihak AGK-FER untuk membuktikan adanya penyuapan yang dilakukan kubu PANTAS terhadap Ketua KPUD Minsel Yurnie Sendow, diragukan oleh majelis hakim dalam sidang panel Mahkamah Konstitusi (MK) gugatan pilkada Minsel, Kamis (04/11) kemarin.

Pasalnya, dalam kesaksiannya, salah seorang saksi bernama Donald mengaku mengetahui adanya pemberian uang yang dilakukan pihak PANTAS ke Ketua KPUD Min-sel Yurnie Sendow, hanya berdasarkan perkataan orang lain bernama Icha. Hal ini langsung ditolak Achmad Sodiki selaku ketua majelis hakim panel.

Menurut Sodiki, persida-ngan menolak segala sesuatu yang tidak bersifat fakta. “Ja-ngan bilang kata orang atau menurut orang lain, tapi sebutkan apa yang anda lihat dan temukan,” tegas Sodiki terhadap saksi.

Hal serupa juga dilakukan beberapa saksi lain, sehingga Sodiki dengan tegas berpaling ke saksi selanjutnya. Sodiki bahkan sempat mengingatkan, bahwa pihak MK diberi kewenangan untuk meminta polri mengusut saksi yang menyampaikan kesaksian palsu.

“Saya ingatkan buat semua saksi, bila ada yang menyampaikan kesaksian palsu, sidang ini berwenang meminta kepolisian menyelidiki dan menahan pelakunya,” jelas Sodiki.

Selain sejumlah saksi, Plt Bupati Minsel Mekki Onibala, Sekda MC Kairupan serta Kaban Kesbangpol Alex Slat, juga turut memberi kesaksian seputar persiapan serta penyaluran dana panwaslu-kada. Sedangkan dalam sanggahan pihak terkait (PANTAS) yang disampaikan kuasa hukumnya Victor Nadapdap MH, sempat menyinggung Gubernur Sulut yang diduga sebagai dalang kecurangan guna memenangkan AGK-FER.

“Semestinya klien kami yang merasa dirugikan karena upaya melakukan berbagai kecurangan justru dilakukan AGK yang merupakan birokrat dengan didukung gubernur Sulut lewat Pejabat setempat,” tandas Nadapdap membacakan sanggahan.(jim)

Sumber: Harian Komentar, Jumat 5 November 2010.